Kamis, 28 Juli 2016

Instalasi Winbox di Linux Mint tanpa menggunakan Wine



Assalamu’alaikum Wrb, Selamat pagi rekan rekan sekalian, tau yang namanya winbox dong ya...(Ahh gak juga tuh hehe..) kalo yang sering ngutak-atik Mikrotik pasti tau donk ya.., karna ini adalah salah satu tools nya mikrotik. Ok Winbox adalah sebuah utility yang digunakan untuk melakukan remote ke server mikrotik dalam mode GUI. biasanya kalo mau konfigurasi Mikrotik pake text mode remote pake putty, nah kalo pake winbox konfigurasi mokrotik menggunakan GUI.

Pada artikel kali ini saya mau share cara menjalankan winbox di linux tanpa menggunakan wine, karna biasanya menjalankan winbox di linux kebanyakan menggunakan emulator bernama wine, Ok tanpa basa basi Silahkan download winbox4lin.deb disini

kalo sudah silahkan pindahkan ke direktori desktop terus masuk ke direktori desktop lewat terminal lalu install winbox4lin.deb

buka aplikasinya bisasanya ada di Application > Other


Hasilnya ni gan..


Semoga bermanfaat gan..

Instalasi Wine di Linuxt Mint

Wine merupakan sebuah proyek yang bertujuan untuk membuat agar sistem operasi bertipe Unix (Unix-like) dan sistem X-Windowsyang berjalan pada suatu komputer pribadi dapat menjalankan program yang khusus dibuat untuk Microsoft Windows. Alternatifnya, mereka yang ingin melakukan pemangkalan (porting) suatu aplikasi Windows ke sistem Unix-like dapat melakukan kompilasi melalui pustaka Wine dalam bentuk Winelib.[1]
Nama "Wine" merupakan akronim dari Wine Is Not An Emulator (Wine bukanlah emulator) dan kadang disebut juga sebagaiWindows Emulator. Walaupun nama ini juga muncul dalam bentuk "WINE" dan "wine", pengembang proyek ini telah menyepakati untuk melakukan standardisasi nama dan menyebutnya sebagai "Wine".
Wine adalah perangkat lunak bebas yang dirilis di bawah lisensi GNU Lesser General Public License (LGPL). Proyek Wine pada mulanya merilis Wine di bawah lisensi MIT sama seperti sistem X-Windows, tetapi pada Maret 2002 menggunakan LGPL sebagai lisensinya.
Pengembang Wine merilis versi beta yang pertama (Wine versi 0.9) pada 25 Oktober 2005 setelah 12 tahun pengembangan. Dan baru -baru ini Wine sendiri telah merilis versi 1.5 .
Perkembangan Wine Hingga saat ini Wine telah rilis versi 1.5 .Pada versi terbaru ini memiliki banyak dukungan feature terbaru ,seperti aplikasi ,serta game yang lebih banyak .Dengan Wine kita juga dapat langsung mendownload game maupun Aplikasinya tanpa harus mencari link download.
Pada postingan kali ini saya akan menjelaskan tentang cara melakukan eksekusi pada aplikasi berekstensi .exe (Windows) pada Linux Mint dilakukan dengan menggunakan software bernama Wine. Berikut ini langkah-langkahnya :


1.       Buka terminal kemudian masuk ke super user



2.     Ketikkan apt-get install wine



3.  Tunggu hingga selesai install, kemudian pada menu akan terlihat logo wine yang sudah terinstall




4. Cari sebuah aplikasi yang berekstensi .exe. contoh: screenrecorder.exe


5. Klik kanan, pilih open with Wine Windows Program Loader


6. Klik install.


7. Klik Next


8. Klik Next


9. Klik Next


10. Klik Next


11. Pilih Install untuk melanjutkan


12. Proses instalasi selesai. Klik Finish


13. Selamat anda telah berhasil menginstall screen recorder pada linux dan anda dapat menggunakannya seperti di windows.




Source :

Rabu, 27 Juli 2016

Instalasi Cisco Packet Tracer di Ubuntu / Linux Mint 17.3 (Rossa)

Assalamu'alaikum wrb...
Masih juga di Blc Telkom Klaten, saya akan sharing tentang instalasi Cisco Packet Tracer. oke langsung saja...

Sekilas tentang Packet Tracer, menurut wikipedia Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.

Mari kita mulai langkah-langkah untuk install packet tracer di linux mint 17.3 / Ubuntu :

Pertama yang harus kita siapkan adalah installer packet tracer, dibawah ini saya lampirkan link untuk mendownload packet tracer.

https://drive.google.com/file/d/0B0PJN0z8d6HRZzMtNWI0S0RnY00/view

Saya asumsikan bahwa packet tracer tersebut sudah terdonwnload dan saya menyimpannya di direktori Desktop agar mudah untuk mengingatnya.









Selanjutnya adalah meng-extract packet tracer tersebut dengan perintah:
# tar xfv PacketTracer62_student_linux_no_tutorials.tar


Jika sudah di extract masuk lah kedalam direktori yang sudah ter-extract tadi dengan perintah:
# cd PacketTracer62Student/
Lalu jalankan file installer dengan cara:
# sudo ./install


Berikut dibawah adalah beberapa opsi yang harus dijalankan ketika pada saat proses intalasi:



Ketika proses instalasi sudah selesai maka kita tinggal jalankan aplikasi packet tracer tersebut dengan cara ketikan "packettracer" pada terminal anda :
# packettracer

Maka packettracer akan segera tampil pada layar anda.



Demikian sekilas Tutorial Cara Install Packet Tracer di Linux Mint 17 / Ubuntu. Semoga bermanfaat bagi anda semua khususnya untuk saya sendiri.


Sumber: WikiPedia[dot]com, UnixMen[dot]com

MANAJEMEN PROYEK BIDANG IT & PENDIDIKAN


Assalammualaikum Wr. Wb.
Di hari ini saya dan teman-teman blc telkom mendapatkan suatu pelajaran tentang Manajemen proyek di bidang IT dan Pendidikan yang akan di jelaskan oleh mbah suro.






Pada manajemen proyek  di bidang IT dan pendidikan memiliki prinsip umum  manajemen  menurut proyek George R. Terry telah merumuskan fungsi dan  fungsi tersebut sebagai POAC (Planning, Organizing, Actuating dan Controlling).

 1. Planning (Perencanaan)
 
Planning adalah proses yang secara sistematis mempersiapkan kegiatan guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Kegiatan diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka pekerjaan konstruksi, baik yang menjadi tanggung jawab pelaksana (kontraktor) maupun pengawas (konsultan). Kontraktor maupun konsultan, harus mempunyai konsep planning” yang tepat untuk mencapai tujuan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.Pada proses planning perlu diketahui hal-hal sebagai berikut :

Permasalahan yang terkait dengan tujuan dan sumber daya yang tersedia.Cara mencapai tujuan dan sasaran dengan memperhatikan sumber daya yang tersedia.Penerjemahan rencana kedalam program-program kegiatan yang kongkrit.Penetapan jangka waktu yang dapat disediakan guna mencapai tujuan dan sasaran.
2. Organizing (Pengorganisasian)


Organizing (pengorganisasian kerja) dimaksudkan sebagai pengaturan atas suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang, dipimpin oleh pimpinan kelompok dalam suatu wadah organisasi. Wadah organisasi ini menggambarkan hubungan-hubungan struktural dan fungsional yang diperlukan untuk menyalurkan tanggung jawab, sumber daya maupun data.



Dalam proses manajemen, organisasi berfungsi untuk :


menjamin terpeliharanya koordinasi dengan baik.


membantu pimpinannya dalam menggerakkan fungsi-fungsi manajemen.
 
mempersatukan pemikiran dari satuan organisasi yang lebih kecil yang berada di dalam kordinasinya.

Dalam fungsi organizing, koordinasi merupakan mekanisme hubungan struktural maupun fungsional yang secara konsisten harus dijalankan. Koordinasi dapat dilakukan melalui 
mekanisme :
  •  koordinasi vertikal (menggambarkan fungsi komando),
  • koordinasi horizontal (menggambarkan interaksi satu level); dan
  • koordinasi diagonal (menggambarkan interaksi berbeda level tapi di luar fungsi komando)

 

C. Actuating (Penggerakan)
 
Actuating diartikan sebagai fungsi manajemen untuk menggerakkan orang yang tergabung dalam organisasi agar melakukan kegiatan yang telah ditetapkan di dalam planning. Pada tahap ini diperlukan kemampuan pimpinan kelompok untuk menggerakkan; mengarahkan; dan memberikan motivasi kepada anggota kelompoknya untuk secara bersama-sama memberikan kontribusi dalam menyukseskan manajemen proyek mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
Berikut ini beberapa metoda mensukseskan “actuating” yang dikemukakan oleh George R. Terry, yaitu:
Hargailah seseorang apapun tugasnya sehingga ia merasa keberadaannya di dalam kelompok atau organisasi menjadi penting.
Instruksi yang dikeluarkan seorang pimpinan harus dibuat dengan mempertimbangkan adanya perbedaan individual dari pegawainya, hingga dapat dilaksanakan dengan tepat oleh pegawainya.
Perlu ada pedoman kerja yang jelas, singkat, mudah difahami dan dilaksanakan oleh pegawainya.
D. Controlling (Pengendalian)
Controlling diartikan sebagai kegiatan guna menjamin pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Didalam manajemen proyek jalan atau jembatan, controlling terhadap pekerjaan kontraktor dilakukan oleh konsultan melalui kontrak supervisi, dimana pelaksanaan pekerjaan konstruksinya dilakukan oleh kontraktor. Pengawas Umum (General Superintendat) berkewajiban melakukan Pengendalian (secara berjenjang) terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh staf di bawah kendalinya yaitu Site Administration, Quantity Surveyor, Materials Superintendant, Construction Engineer, dan Equipment Engineer untuk memastikan masing-masing staf sudah melakukan tugasnya dalam koridor “jaminan kualitas (quality assurance)”. Sehingga, tahap-tahap pencapaian sasaran sebagaimana direncanakan dapat dipenuhi.
Kegiatan ini berlaku juga dalam kegiatan internal konsultan supervisi, dalam artian, kepada pihak luar konsultan supervisi itu bertugas mengawasi kontraktor, selain itu secara internal Site Engineer juga melakukan controlling terhadap Quantity Engineer dan Quality Engineer. Secara keseluruhan internal controlling ini dapat mendorong kinerja konsultan supervisi lebih baik di dalam mengawasi pekerjaan kontraktor.
Controlling harus bersifat obyektif dan harus dapat menemukan fakta-fakta tentang pelaksanaan pekerjaan di lapangan dan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Rujukan untuk menilainya adalah memperbandingkan antara rencana dan pelaksanaan, untuk memahami kemungkinan terjadinya penyimpangan.
 
 - KONSEPSI PROYEK
 
 Kegiatan proyek adalah:
 Suatu paket /rangkaian  kegiatan,
 yg dilakukan  dalam jangka waktu tertentu,  dengan alokasi sumber daya           tertentu,  dan  untuk mencapai sasaran tertentu
(yang telah digariskan dengan jelas).

- CIRI PROYEK

1. Merupakan Suatu paket /rangkaian  kegiatan
2. Memiliki tujuan khusus (sasaran  & kriteria yg jelas)
3. Jumlah biaya sdh ditentukan (Plafond)
4. Jangka waktu pelaksanaan sdh pasti (terbatas, shg Jadwal kegiatan hrs ditentukan)
5. Bersifat sementara; umumnya dibatasi oleh selesainya waktu. (titik awal dan akhir ditentukan dengan jelas)
6. Non rutin / tidak berulang-ulang
 
 - Kriteria Proyek
 
1. Supaya berhasil maka:
2. Menggambarkan realitas situasi pengambilan keputusan
3. Kapabel untuk dilaksankan
4. Fleksibel dlm menghasilkan produk yg diharapkan
5. Mudah dimplementasikan
6. Cos effectiveness.

- Contoh Proyek

1. Pendidikan Multikulturan di SMA
2. Pengemabangan SD/SMPTerpadu (dalam satu atap=satu manajemen)
3. Pendidikan Bilingual
4. Pendidikan keunggulan lokal
5. PGSD
 - JENIS PROYEK PENDIDIKAN Dilihat dari komponen kegiatan utama proyek ada 5 macam proyek:
    1. Proyek konstruksi (ex: pembangunan gedung
       sekolah)
    2. Proyek manufaktur (untuk menghasilkan
        produk  baru)
    3. Proyek penelitian dan pengembangan
    4. Proyek pelayanan manajemen (hasilnya  
       berupa  laporan akhir)
    5. Proyek kapital (untuk investasi, ex:
         pembebasan tanah)

Proyek dan Program
- PROYEK tidak sama dengan PROGRAM
Proyek:  Paket / Rangkaian kegiatan yg merupakan bagian dari program, berlangsung dlm jangka waktu yg tlh ditentukan (terbatas)  dg  alokasi sumber daya ttt  & untuk mencapai  sasaran yg  telah  ditetapkan (indikatornya  jelas).
Program: Sederetan kegiatan yg akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu
PS: Kegiatan yg sdh dilaksanakan Bukan lagi merupakan program
Perbandingan  Proyek & Program
Perbedaannya pada kurun waktu pelaksanaan dan besarnya sumber daya yang diperlukan.
Program memiliki skala kegiatan yg lebih besar dari pada proyek.
Program  (deretan kegiatannya)  dpt dipecah menjadi   proyek.
Persamaannya:  Isi dari Program & Proyek adalah Kegiatan  yg dilakukan untuk mencapai tujuan.
 KONSEP  MANAJEMEN PROYEK PENDIDIKAN
Manajemen proyek Pendidikan: Mengatur Proyek di Bidang Pendidikan dengan menggunakan pendekatan manajemen (proyek Pendidikan sebagai obyek kajian manajemen).
Konsep  Manajemen
Manajemen adalah:
Rangkaian Kegiatan (dlm proses memimpin dan mengendalikan kegiatan anggota organisasi) dlm rangka mencapai tujuan organisasi

Cara Manajemen:
merencanakan jenis maupun bentuk/isi kegiatan anggota , mengorganisir, menjelaskan cara melakukan kegiatan, mengkoordinir dan mengevaluasi
PROYEK dlm MANAJEMEN
Suatu kegiatan yg bersifat temporer utk menghasilkan suatu produk atau layanan  bersifat unik.
Temporer, berarti tdk terus-menerus (rutin)
Jelas tujuannya: suatu produk atau layanan

TIMBULNYA PROYEK
Rencana Pemerintah (untuk kepentingan umum & masyarakat)
Permintaan pasar (ketika pasar membutuhkan kenaikan suatu produk dlm jumlah besar ; ex: proyek PGSD)
Adanya desakan keperluan dari dalam tubuh suatu organisasi
Dari hasil kegiatan penelitian dan pengembangan. 
 sekian dulu dari saya semoga bermanfaat.

Wassalammualaikum Wr. Wb.

Selasa, 26 Juli 2016

Cara Triple Boot Windows,Kalilinux,Linux Mint 17




Triple Boot – Linux Mint 17 | Kali Linux | Windows 8.1


TripleBoot

Halo selamat pagi menjelang siang menjelang malam hhehe ...
 kali ini saya akan sharing tutorial mengenai triple boot :
  • Linux Mint 17 (RC)
  • Kali Linux
  • Windows 8.1
Linux Mint adalah distro Linux yang dikembangkan pada tahun 2006 dan berbasis Ubuntu. Saat ini Linux Mint berada di peringkat ke-4 sebagai Sistem Operasi yang paling banyak digunakan di dunia, di bawah Microsoft Windows, Apple Macintosh, dan Ubuntu.

Kali Linux adalah distro Linux yang dikembangkan oleh Offensive Security dimana penggunaannya dikhususkan untuk kegiatan penetration testing dan digital forensics. Kali Linux merupakan pengembangan dari Backtrack yang dirilis pada Desember 2012 dan berbasis Debian.

Windows 8.1 adalah perkembangan dari Windows 7. Dirilis pada Agustus 2013.

1. Konsep Triple Boot
Triple Boot adalah tiga Sistem Operasi yang diinstall pada satu komputer, baik itu pada tiga hard disk yang terpisah atau satu hard disk yang dipartisi. User kemudian dapat memilih Sistem Operasi yang akan digunakan saat komputer dinyalakan.
Pada tutorial ini, saya akan membuat triple boot dengan satu hard disk yang dipartisi menggunakan tipe partisi MBR (BIOS). Jika teman-teman belum begitu mengenal mengenai tipe partisi, ada baiknya untuk melihat postingan saya mengenai partisi dan bootloader.
Saya akan menginstall bootloader (GRUB) dari Linux Mint di MBR yang berfungsi sebagai bootloader Mint dan Kali, dan juga bertugas melakukan chainloading bootloader Windows.
  • GRUB  –> bootloader Mint & Kali
  • GRUB  –> chainloading –> bootloader Windows
Jika karena beberapa sebab file bootloader pada MBR rusak, maka kita tidak akan bisa booting ke dalam Sistem Operasi manapun. Jika hal ini terjadi, kita bisa menggunakan live CD Linux untuk memperbaikinya.

 2. Persiapan Installer
Burning file ISO ke DVD dengan aplikasi burner kesayangan anda hehe .. saya sendiri menggunakan aplikasi “K3b”.

*Note : Linux Mint 17 pada saat postingan ini dipublish masih dalam tahap Release Candidate (RC). Mate & Cinnamon hanya berbeda pada desktop environment. Anda bisa memilih salah satu edisi yang diinginkan.

 3. System Requirement
  • Linux Mint 17 Cinnamon & Mate :
  1. x86 processor (Linux Mint 64-bit harus digunakan pada processor 64-bit. Linux Mint 32-bit bisa digunakan pada processor 32-bit atau 64-bit)
  2. 5 GB free space
  3. 512 MB RAM
  4. Graphics Card yang support resolusi 800×600
  5. CD/DVD drive atau port USB
  • Kali Linux
  1. 10 GB free space
  2. 512 MB RAM
  3. CD/DVD drive atau port USB
  • Windows 8.1
  1. 16 GB free space (32-bit) | 20 GB free space (64-bit)
  2. 1 GB RAM (32-bit) | 2 GB RAM (64-bit)
  3. Graphics Card yang support directX 9
  4. CD/DVD drive atau port USB
*Note : Disini saya menggunakan versi 64-bit dari semua Sistem Operasi yang akan diinstall.

4. Proses Partisi dan Instalasi Windows
Pada postingan ini saya melakukan clean install. Artinya hard disk dalam keadaan kosong / belum dipartisi sama sekali. Urutan instalasi Sistem Operasi adalah : Windows –> Mint –> Kali. Pastikan DVD drive berada di posisi pertama boot order pada BIOS.
boot_order
  • Nyalakan komputer lalu masukkan DVD Windows ke dalam DVD drive.
  • Akan muncul pesan “press any key to boot from CD or DVD …” lalu tekan ENTER. Setelah itu menu instalasi Windows akan muncul.
  • Pilih opsi bahasa yang diinginkan.
  • Pilih “Install Windows“.
  • Masukkan product kecy Windows.
  • Luangkan sedikit waktu untuk membaca license term. Jika anda setuju centang “i accept the license terms” lalu klik “Next”.
  • Pilih opsi “custom” pada pilihan tipe instalasi.
  • Berikutnya akan muncul opsi pengaturan partisi. Disini saya membuat tiga partisi. Partisi pertama (primary) untuk partisi “system reserved” (partisi bootloader Windows yang otomatis dibuat oleh proses instalasi). Partisi kedua (extended) untuk partisi Linux Mint dan Kali Linux. Partisi ketiga (primary) untuk partisi Windows.
  • Membuat partisi kedua (extended) : Pilih drive unallocated space” kemudian pilih opsi “New” lalu tentukan kapasitas yang diinginkan. Karena kapasitas hard disk saya 470 GB, saya membuat partisi ini sebesar 315.4 GB. Setelah itu pilih opsi “Extend“.
  • Membuat partisi ketiga (primary) : Pilih drive unallocated space” kemudian pilih opsi “New” lalu tentukan kapasitas yang diinginkan. Disini saya menggunakan semua sisa space yang ada.

partisiwindows
  • Ingat baik-baik label dan kapasitas setiap partisi yang ada.
  • Setelah pembagian partisi selesai, pilih partisi ketiga (partisi Windows) lalu klik “Next” dan proses instalasi Windows akan dimulai.
  • Setelah instalasi selesai, komputer akan boot ke dalam Windows. 

5. Proses Partisi dan Instalasi Linux Mint

  • Masukkan DVD Linux Mint ke dalam DVD drive lalu restart komputer.
  • Setelah beberapa saat akan muncul menu live DVD Linux Mint. Seperti kebanyakan distro Linux lainnya, Linux Mint menyediakan live DVD sehingga kita bisa mencoba Sistem Operasi terlebih dahulu sebelum melakukan instalasi pada hard disk. Pilih opsi pertama “Start Linux Mint Cinnamon 64-bit“.
  • Double-click simbol DVD dengan label “Install Linux Mint“.
  • Pilih bahasa yang diinginkan lalu klik “Continue“.
  • Pilih koneksi internet yang diinginkan (koneksi internet bersifat optional) lalu klik “Connect“.
  • Klik “Continue“.
  • Pilih opsi “Something else” pada pilihan tipe instalasi lalu klik “Continue” untuk melakukan pembagian partisi.
  • Partisi dengan format “NTFS” adalah partisi yang digunakan Windows. Jangan mengubah atau menghapus partisi tersebut (“/dev/sda1” untuk “system reserved“, “/dev/sda3” untuk partisi sistem Windows).
  • Pilih partisi extended (“/dev/sda2“) lalu klik simbol “” untuk menghapus partisi. Selanjutnya adalah proses membuat tiga partisi dengan urutan : partisi “swap” –> partisi “/” –> partisi “/home”.
  • Membuat partisi “swap” : Pilih free space lalu klik simbol “+” untuk membuat partisi. Setelah itu tentukan kapasitas yang diinginkan, karena RAM komputer saya 2 GB maka saya membuat partisi “swap” sebesar 4 GB. Kemudian pilih opsi “logical” untuk tipe partisi dan “beginning of this space” untuk lokasi partisi. Setelah itu pilih “swap area” untuk pilihan “use as“. Klik “OK”.
  • Partisi “swap” mempunyai label “/dev/sda5”.
  • Membuat partisi “/” : Pilih free space lalu klik simbol “+” untuk membuat partisi. Setelah itu tentukan kapasitas yang diinginkan. Disini saya membuat partisi “/” sebesar 20 GB. Kemudian pilih opsi “logical” untuk tipe partisi dan “beginning of this space” untuk lokasi partisi. Setelah itu pilih “Ext4 journaling file system” untuk pilihan “use as“, kemudian pilih “/” untuk pilihan “Mount point“. Klik “OK”.
  • Partisi “/” mempunyai label “/dev/sda6”.
  • Membuat partisi “/home” : Pilih free space lalu klik simbol “+” untuk membuat partisi. Setelah itu tentukan kapasitas yang diinginkan. Disini saya membuat partisi “/home” sebesar 200 GB. Kemudian pilih opsi “logical” untuk tipe partisi dan “beginning of this space” untuk lokasi partisi. Setelah itu pilih “Ext4 journaling file system” untuk pilihan “use as“, kemudian pilih “/home” untuk pilihan “Mount point“. Klik “OK”.
  • Partisi “/home” mempunyai label “/dev/sda7”.

                            PartisiMint
  • Untuk pilihan “Device for boot loader installation“, pilih “/dev/sda” (bukan “/dev/sda1” atau “/dev/sda2” dst.). Dengan opsi ini artinya bootloader (GRUB) akan diinstall di MBR.

                                   bootloaderMBR
  • Setelah pembagian partisi selesai, klik “Install Now” dan proses instalasi Linux Mint akan dimulai.
  • Setelah instalasi selesai, komputer secara otomatis akan langsung masuk ke dalam Linux Mint. Ini bukan berarti Windows hilang tetapi bootloader Windows tertimpa oleh bootloader Linux Mint (GRUB) sehingga kita tidak bisa masuk ke dalam Windows. GRUB harus di-update secara manual agar bisa mendeteksi bootloader Windows yang kemudian akan di chainloading sehingga kita bisa masuk ke dalam Windows.

Desktop
  • Buka terminal (Ctrl + Alt + T) dan eksekusi command : “sudo update-grub“.

updateGRUB1
  • Sekarang GRUB sudah mendeteksi bootloader Windows. Ketika komputer booting akan muncul menu GRUB untuk memilih Sistem Operasi. Restart komputer untuk mencoba masuk ke dalam Windows.
6. Proses Partisi dan Instalasi Kali Linux
  • Masukkan DVD Kali ke dalam DVD drive lalu restart komputer.
  • Setelah beberapa saat akan muncul menu instalasi Kali. Pilih opsi “Graphical install“.

MenuAwal
  •  Pilih bahasa yang diinginkan lalu klik “Continue“.
  • Pilih lokasi (negara) lalu klik “Continue“.
  • Pilih lokasi (continent) lalu klik “Continue“. (pilihan ini akan muncul jika sebelumnya kita memilih “other“).
  • Pilih lokasi (negara) lalu klik “Continue“.
  • Pilih locale settings (default : en_US.UTF-8) lalu klik “Continue“.
  • Pilih konfigurasi keyboard (default : American English) lalu klik “Continue“.
  • Tentukan hostname lalu klik “Continue“.
  • Tentukan nama domain lalu klik “Continue“.
  • Tentukan password root (jika kita tidak ingin menggunakan password, maka user yang akan dibuat nanti adalah user dengan hak akses biasa (non-root) sehingga ketika bekerja dengan program yang membutuhkan hak akses root, user harus menggunakan command sudo“).
  • Pilih zona waktu (time zone) lalu klik “Continue“.
  • Pilih “Manual” pada pilihan partisi lalu klik “Continue“. Untuk instalasi Kali Linux saya hanya menggunakan dua partisi (“/” dan “swap”).
  • Partisi dengan format “NTFS” (“/dev/sda1”, “/dev/sda3”) adalah partisi yang digunakan Windows. Jangan mengubah atau menghapus partisi tersebut.
  • Partisi “/dev/sda5”, “/dev/sda6”, “/dev/sda7” adalah partisi yang digunakan Linux Mint. Jangan mengubah atau menghapus partisi tersebut.
  • Membuat partisi “/” : Pilih free space lalu klik “Continue” kemudian pilih “Create a new partition“. Setelah itu tentukan kapasitas yang diinginkan. Disini saya membuat partisi “/” sebesar 100 GB. Kemudian pilih opsi “logical” untuk tipe partisi lalu klik “Continue“. Berikutnya pilih opsi “Beginning” untuk lokasi partisi. Setelah itu pilih “Ext4 journaling file system” untuk pilihan “use as“, kemudian pilih “/” untuk pilihan “Mount point“. Berikutnya pilih “Done setting up the partition” lalu klik “Continue“.
  • Partisi “/” mempunyai label “/dev/sda8”.
  • Membuat partisi “swap” : Pilih free space lalu klik “Continue” kemudian pilih “Create a new partition“. Setelah itu tentukan kapasitas yang diinginkan. Disini saya membuat partisi “swap” sebesar 4 GB. Kemudian pilih opsi “logical” untuk tipe partisi lalu klik “Continue“. Berikutnya pilih opsi “Beginning” untuk lokasi partisi. Setelah itu pilih “swap area” untuk pilihan “use as“. Kemudian pilih “Done setting up the partition” lalu klik “Continue“.
  • Partisi “swap” mempunyai label “/dev/sda9”.

partisiselesai
  • Setelah pembagian partisi selesai, pilih “Finish partitioning and write changes to disk” lalu klik “Continue“.
  • Berikutnya akan muncul overview perubahan yang akan dilakukan pada partisi. Jika sudah sesuai dengan keinginan kita, pilih “Yes” lalu klik “Continue“. Proses instalasi Kali Linux akan dimulai.
  • Berikutnya akan muncul pilihan “Network Mirror” untuk menambahkan repository Kali Linux pada sistem. Pilih opsi “Yes“.
  • Proses terakhir adalah instalasi GRUB. Proses instalasi akan membaca semua bootloader yang ada pada semua partisi dan secara default akan memasang GRUB di MBR (artinya akan menimpa GRUB Linux Mint yang lebih dulu dipasang). Pilih opsi “No” lalu klik “Continue“.
  • Setelah itu proses instalasi akan meminta kita menentukan partisi yang akan dipasang GRUB. Pilih partisi “/” (“/dev/sda8“).
  • Setelah instalasi selesai, restart komputer kemudian masuk ke dalam Linux Mint. Berikutnya buka terminal dan eksekusi command sudo update-grub” untuk mendeteksi bootloader Kali Linux yang berada di partisi “/dev/sda8”.
  • updateGRUB2
  • Sekarang GRUB sudah mendeteksi bootloader Kali Linux. Restart komputer untuk mencoba masuk ke dalam Kali Linux.

desktop


7. Konfigurasi GRUB
GRUBmenu
Setelah memastikan semua Sistem Operasi dapat booting dengan normal. Maka pekerjaan tambahan berikutnya yang bisa dilakukan adalah mengatur konfigurasi GRUB (GRUB yang digunakan secara default pada distro Linux modern -termasuk yang baru saja diinstall adalah GRUB2). Konfigurasi yang dimaksud adalah seperti :
  • Mengganti urutan Sistem Operasi
  • Menentukan Sistem Operasi default yang akan booting
  • Mengganti nama Sistem Operasi yang ditampilkan
  • Menyembunyikan menu Memory test
  • Menyembunyikan menu Recovery mode
  • Mengganti batas waktu pemilihan Sistem Operasi
  • Memodifikasi background dan font yang digunakan
Untuk pemahaman konsep dan penjelasan yang detail bisa dilihat di ubuntu.com.
Untuk versi praktisnya kita bisa menggunakan aplikasi “Grub Customizer“.
GrubCustomizer

Untuk menggunakannya eksekusi command berikut :
  • sudo add-apt-repository ppa:danielrichter2007/grub-customizer
  • sudo apt-get update
  • sudo apt-get install grub-customizer
Setelah terinstall, kita bisa melakukan modifikasi GRUB seperti yang dituliskan di atas.

8. Modifikasi Tampilan Menu Booting dengan BURG
BURG (Brand-new Universal loadeR from GRUB) adalah bootloader Linux yang fungsinya sama dengan GRUB dan bootloader Linux lainnya yang berbasis GRUB. Jika menu GRUB ditampilkan dengan teks, menu BURG dapat ditampilkan dengan teks dan gambar.
Untuk menggunakan BURG, eksekusi command berikut :
  • sudo add-apt-repository ppa:n-muench/burg
  • sudo apt-get update
  • sudo apt-get install burg burg-themes
  • sudo burg-install /dev/sda
  • sudo update-burg
sudoupdateburg

*Note : Saat melakukan instalasi BURG akan muncul window untuk membaca pengaturan GRUB yang sudah ada. 
Untuk melakukan konfigurasi BURG melalui terminal, eksekusi command berikut :
  • sudo burg-emu
TripleBoot
Gambar di atas adalah screenshot dari menu booting yang dibuat dengan BURG.

Nah, mungkin seperti itu kira-kira postingan saya kali ini. Mohon maaf bila ada kesalahan, saran-saran sangat diterima karena saya juga masih seorang newbie...



Reference : ubuntu.com | ubuntuhandbook.org | linuxmint.com | kali.org | microsoft.com

Senin, 25 Juli 2016

Linux Partisi dan Bootloader skema

Hai saudaraku semua, Masih di Blc Telkom Klaten ini. saya akan sharing postingan tentang :

Partisi Dan Booatloader Linux

partitions
Partisi adalah bagian-bagian terpisah yang independen dalam satu hard disk. Bagian-bagian ini terpisah satu sama lain secara logical. Artinya partisi “A” terpisah secara total dengan partisi “B”, dan perubahan yang dilakukan pada partisi “A” tidak akan berpengaruh pada partisi “B”. Partisi bisa menjadi lokasi Sistem Operasi atau sebagai tempat penyimpanan data saja. Keuntungannya adalah jika terjadi kerusakan pada Sistem Operasi di partisi “A”, kita bisa melakukan install ulang tanpa menyentuh data-data di partisi “B”.
Satu hard disk dapat dibuat menjadi satu partisi (menggunakan seluruh kapasitas hard disk), atau lebih dari dua partisi (untuk memisahkan data Sistem Operasi dengan data user atau untuk konsep dualbooting atau multibooting). Setiap partisi harus diformat menjadi filesystem tertentu yang sesuai untuk Sistem Operasi yang digunakan.
1. Tipe Partisi
Saat ini ada dua tipe partisi yaitu :
Master Boot Record (MBR) dan GUID Partition Table (GPT). Jenis GPT adalah versi penyempurnaan dari MBR. Informasi mengenai partisi berada di partition table (sebuah space pada hard disk yang dialokasikan untuk tempat penyimpanan data-data informasi dan konfigurasi partisi, baik pada MBR atau GPT). Jika partition table karena beberapa sebab rusak, maka semua data pada partisi yang ada akan hilang.
Master Boot Record
Master Boot Record (MBR) memiliki tiga jenis partisi :
  • Primary
  • Extended
  • Logical
Partisi primary digunakan untuk instalasi Sistem Operasi beserta bootloadernya. Tipe MBR hanya dapat membuat maksimal empat partisi primary dalam satu hard disk. Artinya kita bisa memiliki maksimal empat Sistem Operasi yang berbeda pada satu hard disk.
Karena tipe MBR hanya bisa memiliki maksimal empat partisi primary dalam satu hard disk, munculah sang rising star : partisi extended hehe. Partisi extended adalah partisi yang berisi partisi-partisi logical di dalamnya yang tidak mempunyai batas jumlah. Kita bisa menyimpan data atau install Sistem Operasi sebanyak yang kita inginkan di dalam partisi-partisi logical ini. Namun satu partisi extended terhitung sebagai satu partisi primary dan satu hard disk tipe MBR hanya dapat mempunyai satu partisi extended. Artinya untuk konsep multibooting kita bisa menggunakan skema tiga partisi primary dan satu partisi extended.
GUID Partition Table
GUID Partition Table (GPT) adalah tipe partisi modern yang dibuat untuk menggantikan tipe MBR. Untuk informasi yang lebih detail bisa dilihat di Wikipedia. Pemilihan antara MBR dan GPT tergantung dengan kondisi yang ada.
  • Jika menggunakan GRUB sebagai bootloader, maka harus menggunakan MBR.
  • Jika dualbooting dengan Windows menggunakan Legacy BIOS, maka harus menggunakan MBR
  • Jika dualbooting dengan Windows menggunakan UEFI, maka harus menggunakan GPT.
  • Jika tidak ada salah satu dari kondisi di atas yang harus terpenuhi, maka kita bebas menentukan yang mana saja (tetapi dikarenakan GPT lebih modern, direkomendasikan menggunakan GPT).
2. Skema partisi pada Linux
Tidak ada aturan yang mengikat untuk pengaturan skema partisi pada Linux karena semuanya tergantung dengan kondisi dan keadaan (walaupun ada aturan / guide yang bersifat general). Skema partisi ditentukan oleh beberapa faktor seperti fleksibilitas, kecepatan, keamanan, kapasitas hard disk dll.
*Note : Linux membutuhkan minimal satu partisi (“/”)
Jika kita menggunakan Linux untuk kegiatan sehari-hari (standar) seperti menonton video, memainkan musik, browsing, membuat dokumen dll. maka skema dua partisi sudah cukup.
  • /
  • swap
Partisi root (“/”) adalah partisi yang berisi direktori root (“/”) yang merupakan direktori paling atas dari struktur direktori sistem Linux. Partisi root mutlak harus ada di dalam sistem Linux (tidak seperti partisi-partisi lain yang bersifat optional karena tugasnya bisa ditangani oleh partisi root). Kapasitas minimal partisi root (“/”) yang dibutuhkan untuk sebagian besar distro Linux berkisar antara 4 – 6 GB. Direkomendasikan menggunakan 10 – 30 GB untuk partisi root.
Linux membagi RAM menjadi beberapa bagian yang disebut “pages“.  Linux menggunakan sistem memory swap yang berfungsi untuk melakukan swapping (pemindahan) pages dari program / aplikasi yang  prioritasnya rendah ke partisi swap saat kapasitas memory penuh, sehingga aplikasi lain dapat bekerja. Pages program / aplikasi yang berada di partisi swap dapat ditarik kembali ke physical memory. Kapasitas partisi swap yang direkomendasikan adalah 2x kapasitas memory. Jadi jika kapasitas memory sebesar 2 GB, maka kapasitas partisi swap adalah sebesar 4 GB.
*Note : Untuk penjelasan yang lebih detail mengenai proses swapping dan caching bisa dilihat di thegeekstuff.com.
Skema lain yang umum digunakan adalah dengan menggunakan tiga partisi.
  • /
  • /home
  • swap
Perbedaannya hanyalah menempatkan “/home” pada partisi yang berbeda. Tujuannya agar tidak perlu melakukan back-up data saat akan melakukan install ulang Linux (partisi “/home” Linux lama yang terpisah bisa digunakan kembali menjadi partisi “/home” pada instalasi baru -tetapi jangan pilih opsi format partition hehe).
Berikut ini adalah skema partisi Linux yang saya gunakan. Saya menggunakan dualbooting Linux dan Windows. Command “sudo fdisk -l” akan menampilkan semua partisi dari hard disk yang ada :


  • “/dev/sda” : nama hard disk urutan pertama.
  • “/dev/sda1” : nama partisi pertama pada hard disk pertama. Partisi ini adalah partisi primary yang berisi bootloader Windows.
  • “/dev/sda2” : nama partisi kedua pada hard disk pertama. Partisi ini adalah partisi primary yang menjadi partisi “C:\” Windows.
  • “/dev/sda3” : nama partisi ketiga pada hard disk pertama. Partisi ini adalah partisi extended yang berisi dua partisi logical (“/dev/sda5” dan “/dev/sda6”).
  • “/dev/sda5” : nama partisi kelima pada hard disk pertama. Partisi ini adalah partisi logical yang menjadi partisi swap Linux.
  • “/dev/sda6” : nama partisi keenam pada hard disk pertama. Partisi ini adalah partisi logical yang menjadi partisi root (“/”).
  • Bootloader Linux (GRUB) disimpan di MBR.
Ada partisi-partisi lain yang bisa dibuat tetapi bersifat optional dan tidak terlalu berpengaruh pada pemakaian sehari-hari (Linux untuk Desktop) seperti : “/var”, “/usr”, “/tmp”. Penjelasan mengenai partisi-partisi tersebut dapat dilihat di halaman tldp.org.

3. Bootloader
Bootloader adalah program yang pertama kali dieksekusi oleh firmware (BIOS atau UEFI). Bootloader (seperti GRUB) bertugas untuk mengatur kernel (dengan parameter-parameter tertentu) dan initial RAM disk (initrd) sebelum memulai proses booting.
Initial RAM disk (initrd) adalah metode untuk me-mount filesystem root secara sementara kepada memory saat proses booting. Hal ini merupakan persiapan sebelum filesystem root yang asli bisa di-mount. Kita bisa menggunakan berbagai macam bootloader yang tersedia seperti : GRUB, Syslinux, BURG, LILO, NeoGRUB, rEFInd dll.
Ada bootloader yang hanya support BIOS (LILO, NeoGRUB), UEFI (rEFInd), atau keduanya (GRUB, Syslinux, BURG).

4. Proses booting
Untuk bisa melakukan booting Linux, bootloader linux harus diinstall pada Master Boot Record (MBR) atau GUID Partition Table (GPT). Bootloader bertugas untuk mengatur kernel (dengan parameter-parameter tertentu) dan initial RAM disk (initrd) sebelum memulai proses booting. Terdapat perbedaan antara proses booting sistem BIOS dengan sistem UEFI.

BIOS
Basic Input-Output System (BIOS) adalah program (firmware) yang pertama kali dieksekusi pada saat sistem atau komputer dinyalakan. BIOS disimpan di dalam flash memory pada motherboard dan bersifat independen. BIOS mengaktifkan 440 bytes pertama (disebut Master Boot Record) pada disk pertama sesuai dengan konfigurasi urutan disk (boot order) BIOS tersebut. Karena hanya sedikit pekerjaan yang bisa dilakukan BIOS dengan dengan kapasitas 440 bytes, maka BIOS memanggil program bootloader seperti GRUB dan kegiatan booting akan dilakukan oleh bootloader (baik itu chain-loading atau langsung menjalankan kernel).
Chainloading adalah proses memanggil bootloader dari bootloader lain yang digunakan untuk sistem dual / multibooting dimana salah satu Sistem Operasi yang terinstall tidak support bootloader Linux (contohnya Windows). Jika kita menginginkan sistem dual / multibooting antara Linux dengan Windows, kita harus menggunakan metode chainloading. Contohnya jika kita menggunakan bootloader GRUB, maka GRUB akan melakukan chainloading bootloader milik Windows sehingga kita bisa booting ke dalam Windows. Namun jika sistem dual / multibooting terdiri dari Sistem Operasi Linux saja (all Linux), proses chainloading tidak harus dilakukan. GRUB bisa melakukan booting langsung setiap distro Linux yang terinstall pada setiap partisi atau hard disk tanpa melakukan chainloading.

UEFI
Unified Extensible Firmware Interface (UEFI) adalah tipe firmware terbaru yang pertama kali dibuat oleh Intel. Firmware ini menggunakan metode booting Sistem Operasi yang berbeda dengan BIOS yang menggunakan metode Master Boot Record. UEFI support MBR dan GPT. Jika BIOS menggunakan MBR, UEFI menggunakan partisi yang dinamakan “EFI System Partition” yang berisi file-file yang dibutuhkan oleh UEFI untuk bekerja. EFI System Partition biasanya mempunyai format FAT32 atau FAT16. Bootloader yang digunakan pada UEFI harus merupakan aplikasi UEFI yang seusai dengan arsitektur UEFI. UEFI versi 2.4 yang rilis tanggal 11 Juli 2013 adalah versi UEFI terbaru. Sebuah penjelasan yang baik bisa dilihat di pcpro.co.uk.
Nah begitulah kira-kira perkenalan dengan sistem partisi dan bootloader Linux. Thx !

Reference : disk-partition.com | wiki.archlinux.org | thegeekstuff.com
Image (harddisk partition) : goo.gl/WKr8k4

Sabtu, 23 Juli 2016

Cara Instalasi Linux Mint

Hari ini hari ke-3 saya study di Blc Telkom klaten,
Di Blc Telkom Klaten semua murid wajib install Os Linux, biar Terhindar dari dosa mungkin agak mainstream kata-katanya, ya betul. Sebagian orang yang menggunakan windows, khususnya di Indonesia, tidak mau membeli OS ini, dengan kata lain adalah mencuri, yaitu dengan crack. Nah, kalau kita menggunakan linux (yang gratis), kita tidak akan terjerat dalam kasus pencurian itu.
Linux juga open source (lisensi bebas) selain gratis, kita juga bisa merubah apa yang ada di dalam linux, kita bisa meremastering linux itu menjadi sebuah distro kita sendiri, yang pastinya itu sangat menyenangkan.

Oke kali ini saya akan membahas tentang instalasi Linux, Linux yang saya pakai adalah linux Mint 17.3 dengan Code nama ROSSA, namanya cwek ya emang satau saya linux mint code namanya cwek smua mulai Rossa,Qiana,Rebecca dll gatau deh kenapa..hehe
oke langsung saja ke pembahasan.


Persiapan Install

Sebelum melakukan instalasi pada harddisk, kalian harus mempersiapkan lebih dulu apa saja yang
dibutuhkan. Beberapa yang harus disiapakan antara lain sebagai berikut:
• File ISO Gnu/Linux
• Media Bootable http://fahmieza.blogspot.co.id/2016/07/cara-bootable-usb-flashdisk-untuk.html
• Komputer atau Laptop
• Ruang cakran (harddsik) kosong sesuaikan kebutuhan.
• Backup data yang dianggap penting.

Instalasi Linux Mint

Tahap pertama
Tentunya akan ditampilkan bahasa apa yang akan dipakai pada saat menginstal sistem. Bisa abaikan dan pilih secara default yaitu Bahasa Inggris.



Tahap kedua

Akan ditampilkan informasi minimal dari ruang kosong harddisk untuk instalasi sistem.


Tahap ketiga Tipe instalasi

Apakah kita akan menghapus seluruh ruang harddisk atau akan menggunakan partisi lain. Jika begitu maka pilihlah somethings else (sesuatu yang lain).






Tahap keempat

Adalah proses pembuatan partisi. Nah, ini yang riskan pada semua jenis instalasi sistem operasi.
Jika Anda ragu mendingan untuk ditemani orang yang ahli dibidangnya. Tapi kalau kekeh, dan nekad teruskan saja apa yang sudah Anda lakukan.





Untuk mengedit partisi harddisk, kita perlu ruang kosong. Nah, posisi ini Anda juga harus tahu partisi mana yang tidak terpakai. Klik icon eraser disk (icon negatif), dan lakukan penambahan partisi dengan mengklik add partisi (icon plus). Muncullah seperti jendela ini.





Keterangan:

• Size : adala ukuran yang akan dipakai dalam pemartisian.
• Type : Primarry atau logical, biasanya kita pilih logical saja. Atau sesuai pada kondisi partisi harddisk Anda.
• Location : lokasi di mana partisi baru akan ditempatkan pada daftar tabel partisi di awal / akhir.
• Jenis partisi: Kita pilih jenis partisi ext4. Bisa juga ext2, ext3. Biasanya ext4 kita pilihnya.
• Titik point : ini penamaan partisi yang akan digunakan pada instalasi dan data partisi. Untuk
partisi instalasi pilih titik point / (baca: root). Sedangkan untuk dokumen lain bisa dibuat partisi lagi dengan titik point /home.
Pemisahan partisi /home sendiri akan memudahkan pada saat instal ulang sistem. Jadi, data – data konfigurasi tidak terhapus pada saat instal ulang dan yang diinstal dan diformat cukup pada partisi root saja.


Tahap kelima menentukan dimana lokasi kamu berada.




Tahap keenam

Tentukan jenis keyboard yang dipakai. Untuk tahap ini abaikan saja dan next, karena menggunakan jenis keyboard English (US) secara default.


  
Tahap ketuju user informasi

Isikan nama pengguna dan juga password. Untuk password sendiri jangan dikosongin, hal ini nantinya akan diperlukan pada saat penginstalan aplikasi atau update sistem yang membutuhkan
hak akses dan dimintai password.

Tinggal kita menunggu proses intalasi sambil menikmati tampilan splashscreen instalasi. Jika sudah selesai restart komputer dan nikmati sistem operasi Linux Mint yang baru saja diinstal.


Penutup

Tulisan ini merupakan hal kecil bagaimana menginstal sistem operasi Gnu/Linux. Sebagai wujud apresiasi kontribusi Gerakan Migrasi Linux. Tulisan ini juga contoh kecil sebagai panduan instalasi sistem operasi pada komputer masing – masing.


Disclaimer

Penulis sepenuhnya tidak bertanggung jawab atas resiko yang terjadi pada saat instalasi. Kehilangan dan kerusakan data sepenuhnya adalah resiko Anda sendiri. Perbedaan bentuk dan format partisi dapat terjadi oleh siapa saja. Tulisan ini hanya sebagai panduan kecil yang menjadi konsep dasar instalasi sistem operasi Gnu/Linux.









http://migrasilinux.or.id