Sabtu, 23 Juli 2016

Cara Instalasi Linux Mint

Hari ini hari ke-3 saya study di Blc Telkom klaten,
Di Blc Telkom Klaten semua murid wajib install Os Linux, biar Terhindar dari dosa mungkin agak mainstream kata-katanya, ya betul. Sebagian orang yang menggunakan windows, khususnya di Indonesia, tidak mau membeli OS ini, dengan kata lain adalah mencuri, yaitu dengan crack. Nah, kalau kita menggunakan linux (yang gratis), kita tidak akan terjerat dalam kasus pencurian itu.
Linux juga open source (lisensi bebas) selain gratis, kita juga bisa merubah apa yang ada di dalam linux, kita bisa meremastering linux itu menjadi sebuah distro kita sendiri, yang pastinya itu sangat menyenangkan.

Oke kali ini saya akan membahas tentang instalasi Linux, Linux yang saya pakai adalah linux Mint 17.3 dengan Code nama ROSSA, namanya cwek ya emang satau saya linux mint code namanya cwek smua mulai Rossa,Qiana,Rebecca dll gatau deh kenapa..hehe
oke langsung saja ke pembahasan.


Persiapan Install

Sebelum melakukan instalasi pada harddisk, kalian harus mempersiapkan lebih dulu apa saja yang
dibutuhkan. Beberapa yang harus disiapakan antara lain sebagai berikut:
• File ISO Gnu/Linux
• Media Bootable http://fahmieza.blogspot.co.id/2016/07/cara-bootable-usb-flashdisk-untuk.html
• Komputer atau Laptop
• Ruang cakran (harddsik) kosong sesuaikan kebutuhan.
• Backup data yang dianggap penting.

Instalasi Linux Mint

Tahap pertama
Tentunya akan ditampilkan bahasa apa yang akan dipakai pada saat menginstal sistem. Bisa abaikan dan pilih secara default yaitu Bahasa Inggris.



Tahap kedua

Akan ditampilkan informasi minimal dari ruang kosong harddisk untuk instalasi sistem.


Tahap ketiga Tipe instalasi

Apakah kita akan menghapus seluruh ruang harddisk atau akan menggunakan partisi lain. Jika begitu maka pilihlah somethings else (sesuatu yang lain).






Tahap keempat

Adalah proses pembuatan partisi. Nah, ini yang riskan pada semua jenis instalasi sistem operasi.
Jika Anda ragu mendingan untuk ditemani orang yang ahli dibidangnya. Tapi kalau kekeh, dan nekad teruskan saja apa yang sudah Anda lakukan.





Untuk mengedit partisi harddisk, kita perlu ruang kosong. Nah, posisi ini Anda juga harus tahu partisi mana yang tidak terpakai. Klik icon eraser disk (icon negatif), dan lakukan penambahan partisi dengan mengklik add partisi (icon plus). Muncullah seperti jendela ini.





Keterangan:

• Size : adala ukuran yang akan dipakai dalam pemartisian.
• Type : Primarry atau logical, biasanya kita pilih logical saja. Atau sesuai pada kondisi partisi harddisk Anda.
• Location : lokasi di mana partisi baru akan ditempatkan pada daftar tabel partisi di awal / akhir.
• Jenis partisi: Kita pilih jenis partisi ext4. Bisa juga ext2, ext3. Biasanya ext4 kita pilihnya.
• Titik point : ini penamaan partisi yang akan digunakan pada instalasi dan data partisi. Untuk
partisi instalasi pilih titik point / (baca: root). Sedangkan untuk dokumen lain bisa dibuat partisi lagi dengan titik point /home.
Pemisahan partisi /home sendiri akan memudahkan pada saat instal ulang sistem. Jadi, data – data konfigurasi tidak terhapus pada saat instal ulang dan yang diinstal dan diformat cukup pada partisi root saja.


Tahap kelima menentukan dimana lokasi kamu berada.




Tahap keenam

Tentukan jenis keyboard yang dipakai. Untuk tahap ini abaikan saja dan next, karena menggunakan jenis keyboard English (US) secara default.


  
Tahap ketuju user informasi

Isikan nama pengguna dan juga password. Untuk password sendiri jangan dikosongin, hal ini nantinya akan diperlukan pada saat penginstalan aplikasi atau update sistem yang membutuhkan
hak akses dan dimintai password.

Tinggal kita menunggu proses intalasi sambil menikmati tampilan splashscreen instalasi. Jika sudah selesai restart komputer dan nikmati sistem operasi Linux Mint yang baru saja diinstal.


Penutup

Tulisan ini merupakan hal kecil bagaimana menginstal sistem operasi Gnu/Linux. Sebagai wujud apresiasi kontribusi Gerakan Migrasi Linux. Tulisan ini juga contoh kecil sebagai panduan instalasi sistem operasi pada komputer masing – masing.


Disclaimer

Penulis sepenuhnya tidak bertanggung jawab atas resiko yang terjadi pada saat instalasi. Kehilangan dan kerusakan data sepenuhnya adalah resiko Anda sendiri. Perbedaan bentuk dan format partisi dapat terjadi oleh siapa saja. Tulisan ini hanya sebagai panduan kecil yang menjadi konsep dasar instalasi sistem operasi Gnu/Linux.









http://migrasilinux.or.id


Tidak ada komentar:

Posting Komentar